Sabtu, 02 April 2011

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial

Bentuk-bentuk penyimpangan sosial dapat dibedakan
menjadi dua, sebagai berikut.
a. Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan
menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1) Penyimpangan bersifat positif
Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan
yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial
karena mengandung unsur-unsur
inovatif, kreatif, dan memperkaya
wawasan seseorang.
Penyimpangan seperti ini biasanya
diterima masyarakat karena
sesuai perkembangan zaman.
Misalnya emansipasi wanita
dalam kehidupan masyarakat
yang memunculkan wanita karir.
2) Penyimpangan bersifat negatif
Penyimpangan bersifat negatif
adalah penyimpangan yang
bertindak ke arah nilai-nilai sosial
yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal
yang buruk.
Bobot penyimpangan negatif didasarkan pada kaidah
sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah
susila dan adat istiadat pada umumnya dinilai lebih berat
dari pada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan
santun. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif
antara lain sebagai berikut.
a) Penyimpangan primer (primary deviation)
Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang
dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer
dan tidak berulang-ulang. Seseorang yang
melakukan penyimpangan primer masih diterima
di masyarakat karena hidupnya tidak didominasi
oleh perilaku menyimpang tersebut.
Misalnya: siswa yang terlambat, pengemudi yang
sesekali melanggar peraturan lalu lintas, dan orang
yang terlambat membayar pajak.
b) Penyimpangan sekunder (secondary deviation)
Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang
yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga
berakibat cukup parah serta menganggu orang lain.
Misalnya: orang yang terbiasa minum-minuman
keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk,
serta seseorang yang melakukan tindakan pemerkosaan.
Tindakan penyimpangan tersebut cukup meresahkan
masyarakat dan mereka biasanya dicap
masyarakat sebagai “pencuri”, “pemabuk”, “penodong”,
dan “pemerkosa”. Julukan itu makin melekat
pada si pelaku setelah ia ditangkap polisi dan
diganjar dengan hukuman.
b. Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya, dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1) Penyimpangan individual (individual deviation)
Penyimpangan individual adalah tindakan yang
dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari
norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan.
Misalnya: seseorang bertindak sendiri tanpa rencana
melaksanakan suatu kejahatan, seperti: mencuri,
menodong, dan memeras.
Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya
dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut.
a) Pembandel yaitu penyimpangan yang terjadi karena
tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah
pendiriannya yang kurang baik.
b) Pembangkang yaitu penyimpangan yang terjadi
karena tidak taat pada peringatan orang-orang.
c) Pelanggar yaitu penyimpangan yang terjadi karena
melanggar norma-norma umum yang berlaku
dalam masyarakat.
d) Perusuh atau penjahat yaitu penyimpangan yang
terjadi karena mengabaikan norma-norma umum,
sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau
jiwa di lingkungannya.
e) Munafik yaitu penyimpangan yang terjadi karena
tidak menepati janji, berkata bohong, mengkhianati
kepercayaan, dan berlagak membela.
2) Penyimpangan kelompok (group deviation)
Penyimpangan kelompok adalah tindakan sekelompok
orang yang beraksi secara kolektif dengan cara yang
bertentangan dengan norma-norma masyarakat.
Misalnya: mafia obat-obatan terlarang dan narkotika,
geng, dan komplotan penjahat.
Dalam penyimpangan kelompok biasanya kejahatan
yang mereka lakukan sulit dibongkar dan dilacak pihak
kepolisian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar