Sabtu, 02 April 2011

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial

Pada dasarnya perubahan-perubahan sosial terjadi oleh karena
anggota masyarakat merasa tidak puas lagi terhadap keadaan
kehidupan yang lama. Norma-norma dan lembaga-lembaga serta
sarana-sarana penghidupan dianggap tidak memadai untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang baru. Oleh karena itulah,
masyarakat menuntut adanya perubahan. Menurut Soerjono
Soekanto, secara umum timbulnya perubahan sosial dipengaruhi
oleh dua faktor utama yaitu faktor endogen dan eksogen.
1) Faktor-Faktor Endogen
Faktor endogen merupakan faktor-faktor yang berasal dari
dalam masyarakat. Menurut David Mc. Clellad (sebagaimana
dikutip Arif Rohman : 2003) adanya faktor ini didorong oleh
need for achievment (motivasi berprestasi) dari individuindividu
dalam masyarakat itu. Apabila setiap individu
memiliki motivasi untuk meraih prestasi terbaik, kelompok
tersebut secara otomatis akan mengalami perubahan.
Sebagaimana yang dicetuskan oleh Everette Hagen dalam
konsep N-Ach (Need for Achievment). Everette Hagen
mengemukakan pentingnya kepribadian kreatif (creative personality)
dalam mendorong perubahan sosial. Menurutnya
perubahan sosial tidak akan terjadi manakala tidak ada
perubahan dalam kepribadian kreatif/kepribadian inovatif.
Berbeda dengan pendapat Alvin L. Bertrand, menurutnya
dengan adanya perubahan komunikasi dalam masyarakat akan
tercapai suatu pemahaman antaranggota masyarakat yang
mendorong munculnya perubahan sosial. Secara umum
faktor-faktor dalam yang menyebabkan terjadinya perubahan
sosial adalah:
a) Bertambah dan Berkurangnya Jumlah Penduduk
Besar kecilnya penduduk akan menentukan
cepat lambatnya perubahan sosial.
Penduduk yang padat lebih cepat terjadi
perubahan-perubahan yang menyangkut
struktur dan kultur masyarakat dibandingkan
dengan yang kurang padat. Contoh: perubahan
akibat transmigrasi. Akibat transmigrasi suatu
daerah tertentu mengalami pertambahan
penduduk. Dengan adanya pendatang baru
yang terampil dan siap bekerja di tempat yang
baru, maka besar kemungkinan justru tidak
hanya menguntungkan bagi pihak transmigran,
melainkan dapat berpengaruh terhadap
penduduk asli, sehingga kehidupan masyarakat pun akan
berubah.
Sementara itu, perubahan sosial yang disebabkan oleh
berkurangnya penduduk mengakibatkan kekosongan pada
daerah permukiman yang lama. Jika tempat tersebut
sebelumnya tandus, tidak cocok untuk lahan pertanian,
kemudian dibangun fasilitas pasar atau peralihan pada
bidang industri, maka terjadi perubahan terhadap berbagai
aspek kehidupan masyarakat, seperti pola pekerjaan,
sistem ekonomi, kebudayaan, dan lain-lain.
b) Penemuan-Penemuan Baru (Inovasi)
Penemuan-penemuan baru mendorong perubahan
sosial dalam masyarakat. Perkembangan teknologi yang
pesat telah terjadi dalam masyarakat sejak zaman dahulu.
Sebagai contoh, penemuan mobil, dengan adanya mobil
sebagai alat transportasi mengubah kemampuan
masyarakat dalam hal transportasi. Mobil kini dijadikan
sebagai alat pengangkutan manusia yang praktis dan aman.
Contoh lainnya, ditemukanlah mesin uap oleh James Watt
yang berguna untuk menjalankan berbagai macam mesin.
Penemuan ini mendorong munculnya Revolusi Industri
di Prancis yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan
masyarakat.
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab
terjadinya perubahan dapat dibedakan
menjadi discovery dan invention. Di mana discovery
merupakan penemuan unsur-unsur
kebudayaan yang baru baik berupa alat
ataupun gagasan baru. Sebagai contoh,
ditemukannya mobil yang didahului pembuatan
motor gas oleh S. Marcus. Selanjutnya
discovery menjadi invention jika masyarakat
sudah mengakui, menerima, bahkan menerapkan
penemuan tersebut. Adanya mobil
yang telah disempurnakan menjadi sebuah
alat pengangkutan manusia merupakan salah
satu wujud invention. Invention menunjuk pada upaya
menghasilkan suatu unsur kebudayaan baru dengan
mengombinasi atau menyusun kembali unsur-unsur
kebudayaan lama yang telah ada dalam masyarakat.
Menurut Koentjaraningrat, faktor-faktor yang
mendorong individu untuk mencari penemuan baru
sebagai berikut.
a) Kesadaran dari orang perorangan akan kekurangan
dalam kebudayaannya.
b) Kualitas dari ahli-ahli dalam suatu keadaan.
c) Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam
masyarakat.
c) Konflik dalam Masyarakat
Pertentangan atau konflik dalam masyarakat
mampu pula menjadi sebab terjadinya
perubahan sosial. Pertentangan-pertentangan
tersebut dapat berupa pertentangan antarindividu,
antara individu dengan kelompok,
antarkelompok, serta konflik antargenerasi.
Pada umumnya individu-individu yang
tengah berada dalam suatu konflik sangat
mudah terpengaruh terhadap hal-hal baru.
Oleh karenanya, terjadi perubahan. Sebagai
akibatnya, kedamaian serta ketenangan hidup
warga menjadi terusik. Perlahan-lahan sikap
warga menjadi berubah.
d) Revolusi
Pada umumnya revolusi terjadi karena adanya
ketidakpuasan anggota masyarakat terhadap suatu sistem
pemerintahan yang ada. Adanya revolusi akan membawa
perubahan-perubahan yang besar dan berlangsung cepat.
Misalnya, revolusi yang terjadi bulan Oktober 1917 di
Rusia, menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan
besar di negara tersebut. Pada mulanya negara tersebut
berbentuk kerajaan yang absolut, berubah menjadi diktator
proletariat yang didasarkan pada doktrin Marxsisme.
Segenap lembaga-lembaga kemasyarakatan, mulai dari
bentuk negara sampai pada keluarga batih mengalami
perubahan-perubahan besar sampai ke akar-akarnya.
2) Faktor-Faktor Eksogen
Faktor-faktor eksogen adalah faktor-faktor yang berasal dari
luar masyarakat yang bisa mendorong terjadinya perubahan
sosial. Faktor-faktor tersebut antara lain:
a) Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain
Masyarakat selalu mengadakan hubungan dengan
masyarakat lainnya. Melalui hubungan itu menimbulkan
pengaruh timbal balik yang berarti masing-masing
masyarakat memengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga
menerima pengaruh dari masyarakat yang lain sehingga
terjadi penyebaran kebudayaan. Penyebaran kebudayaan
secara damai dapat melalui difusi, akulturasi, maupun
asimilasi. Difusi yaitu penyebaran kebudayaan atau
pengaruh dari satu daerah ke daerah lain yang terjadi secara
langsung ataupun tidak langsung. Akulturasi yaitu
merupakan dua buah kebudayaan yang menghasilkan
suatu bentuk kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan
unsur aslinya. Sedangkan asimilasi adalah
bercampurnya dua buah kebudayaan yang menghasilkan
kebudayaan baru di mana kebudayaan setempat berangsurangsur
lenyap.
b) Peperangan
Peperangan dalam hal ini berarti pertikaian antara
masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar
batas-batas negara. Dengan adanya peperangan dalam
suatu negara memunculkan implikasi negatif, misalnya
rakyat mengalami kehidupan tegang dan mencekam,
kebutuhan hidup menjadi susah dipenuhi, harta benda
menjadi hancur menimbulkan kemiskinan. Sebagaimana,
negara Jepang mengalami perubahan setelah kalah dalam
pada Perang Dunia II. Hal ini terlihat dari negara agraris
militer berubah menjadi suatu negara industri.
c) Kondisi Alam yang Berubah
Terjadinya gempa bumi, topan, banjir, tsunami, dan lainlain
menyebabkan masyarakat yang tinggal di daerah
tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
Sebagai pengungsi yang menempati tempat tinggal baru
menyebabkan mereka harus beradaptasi
dengan lingkungan sekitarnya baik itu
lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
Kondisi ini mendorong timbulnya perubahan
pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya.
Seperti tampak pada masyarakat di pesisir
pantai Pangandaran, Ciamis. Akibat gempa dan
gelombang tsunami mereka terpaksa
meninggalkan tempat tinggalnya dan untuk
sementara waktu mereka tidak bekerja.
Akibatnya kondisi ekonomi keluarga menjadi
berkurang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar