Sabtu, 02 April 2011

Ilmu Pengetahuan

Dengan langkah-langkah sistematis, maka akan menghasilkan
pengetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan dihasilkan berdasarkan pada bukti yang dapat
diuji. Bukti adalah pengamatan faktual yang dapat dilihat,
ditimbang, dihitung, dan diperiksa ketelitiannya oleh
pengamat lain. Oleh karena itu, suatu pengetahuan tidaklah sertamerta
dapat diterima oleh masyarakat sebagai suatu kebenaran.
Kebenaran pengetahuan yang dirumuskan seseorang akan diuji oleh
orang lain melalui pengamatan terhadap objek yang sama. Hasil
pengamatan itu akan dibandingkan dengan pengamatan yang sudah
ada, kemudian ditarik kesimpulan. Di sini akan ditemukan apakah
pengetahuan yang sudah ada benar atau tidak. Pernahkah kamu
melakukan aktivitas tersebut?
Bagaimana proses lahirnya ilmu pengetahuan? Proses kelahiran
suatu ilmu pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu manusia
terhadap sesuatu hal. Oleh karena itu, manusia melakukan berbagai
upaya untuk mengetahuinya. Kemudian hasil penelitian disampaikan
kepada masyarakat untuk dibuktikan kebenarannya. Jadi, ilmu
pengetahuan dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang
disusun secara sistematis, yang diperoleh dari aktivitas berpikir
manusia melalui metode tertentu yang kebenarannya dapat diuji
secara kritis oleh orang lain. Metode tertentu dalam menemukan
pengetahuan ilmiah disebut metode ilmiah. Di mana metode ilmiah
mensyaratkan asas dan prosedur tertentu yang disebut kegiatan ilmiah
misalnya penalaran, studi kasus, dan penelitian. Menurut
Suriasumantri (www.unhas.ac.id), penalaran merupakan suatu proses
penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran
mempunyai kriteria kebenarannya masing-masing.
Penalaran dapat pula diartikan sebagai suatu proses
berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang benar dan
bukan hasil perasaan. Oleh karenanya, terdapat dua proses
berpikir dalam penalaran yaitu berpikir logis dan analisis.
Berpikir logis adalah kegiatan berpikir menurut pola,
alur dengan kerangka tertentu (frame of logic), yaitu
menurut logika deduksi-induksi, rasionalis-empiris,
abstrak-konkret, apriori-aposteriori. Sedangkan berpikir
analisis adalah konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir
analisis-sintesis berdasarkan langkah-langkah tertentu
(metode ilmiah/penelitian).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar