Sabtu, 02 April 2011

Jenis-Jenis Penyimpangan Sosial

Batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh normanorma
masyarakat. Jenis penyimpangan sosial (perilaku
menyimpang), antara lain sebagai berikut.
a. Penyimpangan seksual
Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang
tidak lazim dilakukan. Penyimpangan seksual dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
1) Perzinaan
Perzinaan adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh
pria dengan wanita di luar pernikahan, baik mereka
yang sudah pernah melakukan pernikahan yang sah
atau belum.
2) Suka terhadap sesama jenis (homoseksualitas)
Suka terhadap sesama jenis dalam penyimpangan
seksual dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a) Lesbian adalah hubungan seksual yang dilakukan
sesama wanita.
b) Homoseks adalah hubungan seksual yang dilakukan
sesama pria.
Seseorang menjadi homoseksual pada umumnya
karena pengaruh lingkungan sosial dan ada yang
karena faktor bawaan sejak lahir.
Tindakan ini bertentangan dengan norma-norma
sosial dan agama sehingga dianggap sebagai
perilaku menyimpang.
3) Hubungan seksual di luar nikah (kumpul kebo)
Hubungan seksual di luar nikah (kumpul kebo) adalah
hubungan suami istri tanpa ikatan perkawinan. Hal itu
merupakan perilaku seks bebas yang mengundang
terjangkitnya penyakit kelamin yang membahayakan
seperti virus HIV penyebab penyakit AIDS.
4) Pemerkosaan
Pemerkosaan adalah tindakan pemaksaan dengan
kekerasan pada orang lain untuk melakukan hubungan
seksual.
Penyimpangan seksual selain bertentangan dengan norma,
juga berbahaya bagi pelakunya maupun bagi masyarakat.
Bahaya dari penyimpangan seksual antara lain sebagai
berikut.
1) Pencemaran dan pencampuradukan keturunan.
Masyarakat Indonesia masih menjunjung adat keturunan
yang mengagungkan kesucian, kehormatan, dan
kemurnian keturunan.
2) Penularan penyakit kelamin yang membahayakan
pasangan suami istri dan dapat mengancam keselamatan
anak yang dilahirkannya.
Penyakit HIV AIDS yang sangat menakutkan juga
disebabkan oleh zina.
3) Ketidakteraturan rumah tangga sebagai akibat perceraian
karena suami atau istri berbuat zina, sehingga
menghancurkan keluarga.
4) Telantarnya anak-anak yang tidak berdosa sebagai
akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab
(para pelaku zina), sehingga anak yang dilahirkan
mendapat julukan anak haram.
b. Penyalahgunaan narkotika
Penggunaan narkotika di bidang kedokteran, penelitian,
dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberikan
manfaat bagi manusia. Sebaliknya jika narkotika digunakan
tidak sesuai dengan norma agama dan masyarakat
maka akan mengakibatkan perilaku menyimpang.
Jenis-jenis narkotika antara lain ganja, candu, putaw,
sabu-sabu, morfin, dan heroin. Ada beberapa alasan
orang menggunakan narkotika antara lain sebagai berikut.
1) Ingin menghilangkan atau mengurangi rasa takut.
2) Ingin menghilangkan rasa malu atau minder.
3) Ingin melupakan kesulitan atau permasalahan hidup
meskipun hanya sebentar.
4) Ada yang hanya sekedar ingin coba-coba supaya tidak
ingin ketinggalan zaman.
Penggunaan narkotika pada tingkatan dan waktu
tertentu akan mengakibatkan ketergantungan pada narkotika.
Bahkan bisa menjadikan seseorang berbuat menyimpang
seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan.
Contoh penyalahgunaan narkotika
antara lain sebagai berikut.
1) Zat yang semestinya diberikan
kepada orang sakit untuk
mengurangi rasa sakit malah
dipakai orang sehat.
2) Obat penenang semestinya
untuk pasien jiwa agar tidak
mengamuk justru dipakai orang
sehat.
c. Perkelahian pelajar
Perkelahian pelajar atau tawuran selalu diawali dengan
adanya suatu konflik antara dua pelajar atau lebih yang
berlainan sekolah. Perkelahian pelajar atau tawuran menjadi
suatu masalah yang serius karena peserta tawuran
cenderung mengabaikan norma-norma yang ada, membabi
buta, melibatkan korban yang tak bersalah dan merusak
apa saja yang ada di sekitarnya. Akibatnya, tawuran mendatangkan
bentuk penyimpangan lain seperti perusakan,
penganiayaan, dan bahkan pembunuhan.
d. Alkoholisme
Minuman alkohol mempunyai efek negatif terhadap
saraf. Alkohol dapat mengakibatkan mabuk dan tidak dapat
berpikir secara normal. Akibatnya seorang pemabuk mudah
melakukan tindakan yang tidak terkendali baik secara fisik,
sosial, maupun psikologis sehingga merugikan dirinya
maupun orang lain.
e. Tindakan kriminal atau tindakan kejahatan
Tindakan kejahatan adalah suatu bentuk pelanggaran
norma hukum, khususnya yang menyangkut pidana dan
perdata yang pada dasarnya merupakan tindakan yang
merugikan orang lain.
Tindakan kriminal antara lain adalah pencurian, pemerkosaan,
dan perampokan. Tindak kejahatan mencakup
pula semua kegiatan yang dapat mengganggu keamanan
dan kestabilan negara seperti korupsi, makar, subversi, dan
terorisme.
f. Penyimpangan dalam gaya hidup yang lain dari biasanya
Penyimpangan dalam gaya hidup yang lain dan
biasanya, misalnya berikut ini.
1) Sikap arogansi adalah kesombongan terhadap sesuatu
yang dimilikinya seperti kekayaan, kekuasaan, dan kepandaian.
Sikap arogansi bisa saja dilakukan oleh seseorang
yang ingin menutupi kekurangan yang
dimilikinya.
2) Sikap eksentrik adalah perbuatan yang menyimpang
dari biasanya sehingga dianggap aneh, seperti anak
laki-laki memakai anting-anting, perempuan memakai
anting di lidahnya, gaya rambut modern (berdiri ke atas),
dan seniman berambut gondrong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar