Sabtu, 02 April 2011

Lahirnya Sosiologi

Sosiologi sebagai ilmu, lahir pada abad XIX. Lahirnya sosiologi
berkaitan dengan terjadinya perubahan sosial masyarakat di Eropa
Barat pada masa Revolusi Industri (Inggris) dan Revolusi Sosial
(Prancis). Adanya revolusi tersebut berdampak pada keharmonisan
dalam hubungan antarwarga masyarakat. Terjadi kekacauan dan
kesenjangan sosial di antara rakyatnya. Situasi ini mendorong seorang
ahli filsafat Prancis, Aguste Comte membuat suatu karya yang luar
biasa. Dalam karyanya yang berjudul Course of Positive Phylosophy
(1844), Comte menyebut kajian tentang kehidupan sosial manusia
dengan istilah sosiologi. Oleh karenanya, Aguste Comte mendapat
julukan sebagai Bapak Sosiologi Modern. Namun, selain Aguste Comte
terdapat beberapa ahli yang berusaha mengkaji hubungan antarmanusia
seperti Karl Marx, Herbert Spencer, Emile Durkheim, dan
Max Weber.
Dalam setiap ilmu pengetahuan terdapat objek kajian yang
dipelajari. Di mana objek kajian ilmu pengetahuan biasanya dibatasi
oleh definisi yang diajukan oleh ilmu pengetahuan tersebut. Sebagai
contoh ilmu sosiologi. Sebelumnya telah dijelaskan mengenai definisi
sosiologi. Berdasarkan definisinya dapatkah kamu melihat objek
kajian dari ilmu tersebut? Cobalah kaji kembali definisi sosiologi,
apa yang dapat kamu temukan?
Menurut Roucek dan Warren (sebagaimana dikutip Soerjono
Soekanto: 1987), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan
antara manusia dengan kelompok-kelompok. Berdasarkan definisi
tersebut dapat diketahui objek kajian sosiologi adalah perilaku
manusia dalam masyarakat. Lebih jelasnya sosiologi mempelajari
manusia dari aspek sosial yang kita sebut masyarakat. Manusia
merupakan makhluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain.
Dalam interaksi tersebut timbul cara-cara berhubungan yang berupa
perilaku. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa objek studi
atau kajian sosiologi adalah masyarakat. Masyarakat dalam hal ini
adalah hubungan antarmanusia dan proses sebab akibat yang timbul
dari hubungan tersebut.
Setelah memahami sebagian materi di atas, adakah pertanyaan
yang timbul dalam pikiranmu? Mengapa kita perlu mempelajari
sosiologi? Ketika kita belajar sosiologi, kita mempelajari diri kita
sendiri sebagai bagian dari masyarakat. Melalui sosiologi, kita dapat
mengetahui nilai, norma serta kaidah-kaidah yang berlaku dalam
masyarakat sebagai acuan kita berperilaku. Melalui sosiologi pula,
kita mampu memahami masyarakat di sekitar kita. Pada dasarnya,
ada begitu banyak manfaat ketika kita mempelajari sosiologi. Sebagai
contohnya:
a. Sosiologi dapat memberikan pengetahuan mengenai pola-pola
interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Melalui pengetahuan
tentang pola-pola interaksi tersebut, kita dapat mengenal
dengan lebih jelas siapa diri kita dalam konteks hubungan antara
pribadi dan pribadi, pribadi dan kelompok serta kelompok dan
kelompok.
b. Sosiologi dapat membantu kita untuk mengontrol atau mengendalikan
setiap tindakan dan perilaku kita dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Sosiologi mampu mengkaji status dan peran kita sebagai anggota
masyarakat.
d. Mempelajari sosiologi, kita menjadi lebih peka, kritis serta
rasional menghadapi gejala-gejala sosial yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar