Sabtu, 02 April 2011

Macam-Macam Sosialisasi

Proses sosialisasi dilakukan oleh setiap individu sejak ia lahir di
muka bumi. Bahkan, seorang bayi yang baru lahir melakukan
sosialisasi, belajar membuka mata untuk melihat dunia, belajar
memegang sesuatu dan belajar merasakan sesuatu. Bersamaan dengan
berjalannya waktu, pembelajaran bayi mengenai dunia terus
berlangsung. Belajar berjalan, belajar berbicara, belajar makan, belajar
mengenal sesuatu. Pada intinya, sosialisasi tidak mungkin terhenti
selama individu tersebut masih hidup. Berdasarkan tahapannya,
sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua tahap, yaitu sosialisasi
primer dan sekunder (Mayor Polak: 1979).
a. Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer terjadi pada anak berusia di bawah
lima tahun. Pada saat sosialisasi primer, seseorang akan
dapat mengenal lingkungan terdekatnya, misalnya ibu,
bapak, kakak, adik, paman, bibi, nenek, kakek, teman
sebaya, tetangganya, dan bahkan dirinya sendiri.
Dengan demikian, proses sosialisasi primer adalah
proses sosialisasi di lingkungan keluarga. Pada proses
ini, seorang anak akan melakukan pengenalan akan
dirinya sendiri, yang pada akhirnya si anak akan memiliki
jati diri yang berbeda dengan orang lain.
b. Sosialisasi Sekunder
Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primer
berlangsung, namun sosialisasi primer merupakan
dasar dari sosialisasi sekunder. Sosialisasi ini
berlangsung di luar keluarga. Dalam proses sosialisasi
sekunder, anak akan mendapat berbagai pengalaman
yang berbeda dengan keluarga. Jika dalam sosialisasi
primer yang berperan adalah orang tua dan keluarga
dekatnya, maka dalam sosialisasi sekunder yang
berperan adalah orang lain seperti teman sepermainan,
teman sekolah, dan teman sebaya. Hal ini terlihat
setelah anak berumur lebih dari 5 tahun, anak akan
memperluas pergaulan. Ia mulai mengenal guru di
sekolahnya, teman bermain, tetangganya, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar