Sabtu, 02 April 2011

Pelanggaran Nilai dan Norma

Pada dasarnya, segala perilaku yang melanggar norma dinamakan
penyimpangan norma. Penyimpangan norma sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari. Cobalah bersama teman sebangkumu
menemukan minimal lima contoh pelanggaran norma yang terjadi di
sekitarmu. Dengan contoh-contoh tersebut dapat diketahui seberapa
besar individu di sekitarmu memandang nilai dan norma sebagai
pedoman hidup.
Secara umum, pelanggaran norma dapat terjadi di mana pun
tempatnya tanpa terkecuali. Terjadinya pelanggaran norma disebabkan
karena sikap apatis masyarakat dalam melaksanakan nilai dan norma
masyarakat. Sehingga wibawa nilai dan norma sebagai pedoman
tingkah laku menjadi memudar. Alhasil timbullah perilaku yang
melanggar norma.
Menurut Robert M.Z. Lawang (1985), perilaku pelanggaran norma
dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
a. Pelanggaran nilai dan norma yang dilihat dan dianggap sebagai
kejahatan, misalnya: pemukulan, pemerkosaan, penodongan, dan
lain-lain.
b. Pelanggaran nilai dan norma yang berupa penyimpangan seksual,
yaitu perzinahan, homoseksualitas, dan pelacuran.
c. Bentuk-bentuk konsumsi yang sangat berlebihan, misalnya
alkohol, candu, morfin, dan lain-lain.
d. Gaya hidup yang lain dari yang lain, misalnya penjudi profesional,
geng-geng, dan lain-lain.
Sebagaimana telah diungkapkan di depan, bahwa adanya norma
secara singkat selalu muncul untuk mempertahankan atau memelihara
nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu,
pelanggaran terhadap norma berarti juga pelanggaran terhadap nilainilai
yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat.

2 komentar:

  1. saya mau tanya, apa bedanya nilai sama norma??

    BalasHapus
  2. kok dikit amat penjelasannya broooo??
    mana lgi..??

    BalasHapus