Sabtu, 02 April 2011

Peran Sosial (Role)

Peran sosial adalah pelaksanaan hak dan kewajiban
seseorang sesuai dengan status sosialnya.
Antara peran dan status sudah tidak dapat dipisahkan
lagi. Tidak ada peran tanpa status sosial atau sebaliknya.
Peran sosial bersifat dinamis sedangkan status
sosial bersifat statis.
Dalam masyarakat, peran dianggap sangat penting
karena peran mengatur perilaku seseorang berdasarkan
norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dengan demikian pola peran sama dengan pola perilaku.
Pola peran dalam masyarakat dapat dibedakan
menjadi tiga macam, berikut ini.
a. Peran ideal, yaitu peran yang diharapkan masyarakat
terhadap status-status tertentu. Misalnya
peran ideal seorang siswa adalah rajin belajar,
sopan-santun, dan pandai.
b. Peran yang diinginkan yaitu peran yang dianggap oleh diri
sendiri. Misalnya seorang ibu tidak ingin berperan sebagai
kakak bagi anak perempuannya yang menginjak remaja.
c. Peran yang dikerjakan yaitu peran yang dilakukan individu
sesuai dengan kenyataannya. Misalnya seorang bapak
berperan sebagai kepala keluarga.
Di dalam masyarakat banyak individu yang memiliki lebih
dari satu peran yang berbeda-beda. Kondisi ini dapat berakibat
dinamis bagi peran sosial, namun dapat pula menimbulkan
konflik, ketegangan, kegagalan, dan kesenjangan dalam
berperan. Konflik peran sosial timbul jika orang harus memilih
peran dari dua status atau lebih yang dimilikinya pada saat
bersamaan.
Contohnya seorang guru yang juga seorang ibu rumah
tangga, pada saat putrinya sakit. Pada waktu yang bersamaan
ia harus memilih antara mengajar atau membawa putrinya ke
dokter. Pada saat ia memutuskan mengantar putrinya ke
dokter, dalam dirinya terjadi konflik karena pada saat yang
sama tidak bisa menjalankan peran sebagai guru.
– Ketegangan
Ketegangan terjadi apabila seseorang mengalami kesulitan
melakukan peran karena adanya ketidaksesuaian antara
kewajiban yang harus dijalankan dengan tujuan peran itu
sendiri.
Contohnya seorang pimpinan perusahaan menerapkan
disiplin yang ketat kepada karyawannya yang sebagian
besar adalah keluarga dekatnya.
– Kegagalan peran
Kegagalan peran terjadi apabila seseorang tidak sanggup
menjalankan berbagai peran sekaligus karena terdapat
tuntutan-tuntutan yang saling bertentangan.
– Kesenjangan peran (role distance)
Kesenjangan peran terjadi apabila seseorang harus
menjalani peran yang tidak menjadi prioritas hidupnya
sehingga merasa tidak cocok menjalankan peran tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar