Sabtu, 02 April 2011

Sosiologi dalam Globalisasi

Prof. Dr. Paulus Wirutomo (Ketua Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia) menyatakan bahwa sosiologi
merupakan ”Queen of The Social Science”. Hal ini karena sosiologi
merupakan dasar teori yang mempelajari masyarakat. Sosiologi dapat
dijadikan bahan prediksi masalah-masalah di masyarakat yang mungkin
terjadi di kemudian hari. Untuk itulah, seorang sosiolog harus memikirkan
bagaimana memperlakukan masyarakat secara bijak dan harus mampu
melihat lebih dalam terhadap kehidupan manusia.
Berkaitan dengan globalisasi dikenal dua cakupan pengetahuan
sosiologi, yaitu sosiologi industri dan sosiologi pembangunan. Sosiologi
industri muncul seiring dengan terjadinya Revolusi Industri di Eropa. Banyak
permasalahan sosial muncul di masa itu seperti tingginya urbanisasi,
kemiskinan, tingkat kejahatan, ataupun pengangguran. Situasi dan kondisi
inilah yang mendorong terbentuknya sosiologi industri. Dengan demikian,
sosiologi industri muncul dan berkembang untuk mengoreksi keadaan yang
dirusak oleh Revolusi Industri. Paulus menyatakan semakin modern dan
tinggi sektor industri, semakin kecil peran masyarakat di dalamnya.
Beberapa tokoh terkemuka yang muncul ketika Revolusi Industri di antaranya
adalah Karl Marx dan Max Weber dari Jerman. Mengenai sosiologi
pembangunan, Paulus mengungkapkan bahwa sosiologi pembangunan
dapat menjelaskan dampak-dampak pembangunan terhadap manusia
modern dan apa saja dampak sosial yang terjadi dari pelaksanaan
pembangunan.
Sumber: Prasetya.brawijaya.ac.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar