Sabtu, 02 April 2011

Sosiologi sebagai Ilmu

Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan. Telah dijelaskan
sebelumnya bahwa ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang
tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran
(logika). Sosiologi telah memenuhi syarat-syarat ilmu tersebut. Oleh
karena itu, sosiologi dapat disebut sebagai ilmu. Sebagai ilmu,
sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri di mana
objeknya adalah masyarakat. Menurut Harry M. Johnson dalam
bukunya Sosiology: A Systemic Introduction (1967), setiap ilmu
mempunyai karakteristik yang khas. Begitu juga sosiologi, karakteristik
keilmuan sosiologi sebagai berikut.
a. Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi itu mendasarkan diri
pada observasi dan penalaran, bukan atas dasar wahyu atau hasil
spekulasi.
b. Sosiologi bersifat teoretis, artinya sosiologi berusaha memberi
ikhtisar (summary) yang menunjukkan hubungan pernyataan atau
proporsi-proporsi secara logis.
c. Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori sosiologi dibangun
atas dasar teori yang sudah ada. Teori-teori baru yang lebih besar
dan luas, pada dasarnya merupakan penyempurnaan teori-teori
yang sudah ada.
d. Sosiologi bukan etika, artinya sosiologi bukan ajaran tentang tata
susila. Para sosiolog tidak membicarakan apakah suatu tingkah
laku sosial itu baik atau buruk. Tugas seorang sosiolog adalah
mengungkap atau menerangkan tindakan sosial sebagai fakta
sosial.
Selain itu, apabila dilihat dari sifat hakikatnya, sosiologi mempunyai
beberapa karakteristik. Di mana karakteristik-karakteristik
tersebut mampu menentukan ilmu pengetahuan macam apakah
sosiologi tersebut. Sifat hakikat sosiologi sebagai berikut.
a. Sosiologi merupakan ilmu sosial bukan merupakan ilmu
pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
b. Sosiologi bersifat kategoris dan bukan normatif, artinya sosiologi
membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan
mengenai apa yang terjadi atau seharusnya.
c. Sosiologi merupakan ilmu murni dan bukan merupakan ilmu
pengetahuan terapan.
d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan
ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang diperhatikan
adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat, tetapi
bukan wujudnya yang konkret.
e. Sosiologi bertujuan untuk mendapatkan pola-pola umum
interaksi.
f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.
g. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan
merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi
mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi
antarmanusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar